Persiapan SDM Indonesia Menghadapi MEA

Oleh: Khoni Indriani

Ponorogo – Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah di depan mata. Persaingan antar negara ASEAN tak dapat dihindari. Berbagai pembicaraan mengenai MEA sudah banyak menyingung tentang betapa “menakutkannya” pasar bebas sehinga kita yang merasa belum menyiapkan sesuatu untuk menghadapinya, jadi cemas sendiri. Ada rasa tidak percaya diri yang menghantui sehingga kita pun merasa kalah sebelum berperang.

258919_05184628102015_ASEAN_600

Image Source: MEA

Namun, kita sebagai calon pelaku MEA tidak bisa hanya duduk diam menunggu gelombang pesaing datang ke Indonesia. Mereka yang datang tentunya tidak dengan tangan kosong. Mereka memiliki persiapan yang matang dan juga memiliki strategi untuk berkiprah di pasar bebas. Bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa terbesar dan calon konsumen terbesar dalam MEA, memiliki potensi menjadi pemenang yang tidak dapat diremehkan. Ini terbukti dari semangat kita, bangsa Indonesia, dalam mempersiapkan diri menyambut MEA.

Dalam berbagai kesempatan, saya mendengar para pakar menyarankan kita untuk mempelajari bahasa asing sebagai modal utama dalam bersaing di pasar bebas. Bahasa asing (utamanya Bahasa Inggris), sangat menunjang lancarnya kita dalam bertransaksi. Penguasaan bahasa memberikan nilai plus kepada kita sebagai tenaga kerja, sehingga dinilai sebagai SDM berkualitas dan bisa diandalkan.

Banyak cara untuk menjadi SDM berkualitas, diantaranya adalah dengan memiliki meaning dalam setiap pekerjaan yang kita geluti. Dalam sebuah artikelnya, Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia) memberikan pengertian meaning itu adalah cerita yang melekat pada diri seseorang, yang menciptakan kepercayaan, reputasi, yang akhirnya itulah yang Anda sebut sebagai branding. Jika berbicara manusia, maka kaitannya dengan personal branding. Personal branding adalah bagaimana seseorang mengemas diri mereka secara unik, memiliki ke-khas-an, karakter dan nilai dan mengkomunikasikan hal tersebut kepada orang lain. Seseorang yang memiliki personal branding yang positif dan kuat akan memiliki daya tarik yang kuat pula.

Membangun meaning pada diri seseorang tidak dapat dicapai dalam waktu singkat (kecuali Anda punya jalan pintas yang cepat dan tepat). Ia adalah akumulasi dari hal/pekerjaan yang kita cintai, yang kita lakukan secara terus menerus. Meaning di sini memiliki arti yang lebih agung daripada sekedar uang. Saya sendiri setuju, bahwa seseorang yang memiliki meaning, suatu saat akan memetik buah dari apa yang ia kerjakan. Kaitannya dengan persiapan SDM dalam menghadapi MEA, meaning menjadi sebuah daya ungkit seseorang yang akan membawanya menuju kesuksesan. Orang yang memiliki meaning, suatu saat akan mencapai titik dimana mereka justru dikejar uang, bukan mengejar uang.

Sampai di sini kita melihat bahwa SDM yang berkualitas bukan hanya dinilai dari prestasi yang umumnya dicapai oleh orang kebanyakan. Lulus cum laude, mendapat pekerjaan bagus, jabatan yang aman, serta penghasilan yang besar adalah standar nilai yang orang lain lekatkan dalam diri kita untuk menyebut diri kita sukses atau tidak. Bagi orang yang mengejar meaning dalam hidupnya, mereka mau dan mampu membuat terobosan yang bahkan tidak terpikirkan oleh orang lain. Cara-cara yang mereka tempuh kreatif, inovatif serta menghasilkan suatu karya yang berbeda.

Orang akan lebih tersentuh kala mendengar cerita orang yang tekun menjalankan passion atau hasrat dirinya dengan sepenuh hati daripada mereka yang berada di posisi tinggi namun mereka bekerja tanpa didasari cinta terhadap pekerjaan mereka. Kesuksesan orang tipe kedua tadi menjadi meaningless. Right? Alangkah meruginya jika kita melakukan sesuatu yang tidak lahir dari kehendak hati kita. Oleh karena itu, penting sekali untuk menyegarkan kembali niat kita dalam melakukan sebuah pekerjaan.

Sebagai seseorang yang dianugerahi rezeki berupa hidup di negara yang besar ini, tentunya ada yang bisa Anda temukan dalam hidup untuk Anda lakukan secara tulus dan sepenuh hati. Saat Anda menyadari sebuah hal yang terus menerus Anda lakukan, pekerjaan yang menmbahagiakan meski hasil yang didapatkan tak seberapa, maka saat itulah Anda menemukan meaning yang harus Anda pegang. Percayalah, tidak ada pekerjaan yang sia-sia. Semuanya dilihat dan dihitung oleh Allah SWT.

Terakhir, kualitas SDM di Indonesia bisa dilihat dari bagaimana mereka mampu menempatkan diri di bidang mereka. Tidak semua posisi cocok diisi oleh semua orang. Orang dengan spesialisasi akan menjadi pemenang. Maka, temukanlah potensi spesial dalam diri Anda dan jadilah spesialis yang andal. Jika seorang spesialis dapat memanfaatkan kelebihan mereka, tidak ada kata kalah. Semua akan menemukan jalur kesuksesannya sendiri-sendiri. Semua akan menjadi pemenang di bidang mereka masing masing.

Milikilah etos kerja yang jempolan, sehingga kita dapat memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia. Jika Anda bergabung menjadi salah satu SDM yang mumpuni, maka Anda dapat menyumbangkan kebaikan tersebut untuk kemajuan pemabangunan di Indonesia. Bukan hanya jadi penonton, tapi jadi pemeran utama. Bukan hanya berstatus bertahan, namun juga sigap menyerang. Itulah yang diharapkan dari manusia-manusia terbaik di Indonesia untuk berperan aktif dalam MEA dan menjadi pemenang persaingan.

Jadi, sudahkah Anda mempersiapkan diri menjadi salah satu SDM Indonesia yang berkualitas dan andal di bidang Anda?

Khoni Indriani adalah Dosen Fakultas Ekonomi Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Memiliki misi hidup yakni membumikan ekonomi islam. Aktif menulis di dunia maya dan berencana menulis buku yang berkaitan dengan tema ekonomi pembangunan, ekonomi Islam, dan bisnis. Dapat dihubungi melalui email: indriani.taslim90[at]gmail.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s