1000 Kata Perhari, Latihan Wajib Para Penulis Tangguh

1000 Kata Perhari, Latihan Wajib Para Penulis Tangguh – Menjadi penulis novel atau penulis buku, yang diperlukan adalah konsistensi. Ide mungkin saja hanya sedikit yang bisa dieksekusi. Namun untuk mengembangkan ide tesebut menjadi sebuah naskah utuh, diperlukan kekuatan, ketahanan dan kesabaran kesyukuran.

Jika diibaratkan lari, menulis cerpen atau artikel blog adalah sprint. Sedangkan menulis buku atau novel merupakan maraton bagi penulis. Apa yang diperlukan oleh pelari maraton? Apakah kecepatan yang diunggulkan? Ternyata bukan.

make-writing-habit

Latihan untuk ketahanan adalah yang paling utama agar stamina tidak putus di tengah jalan. Buat apa jadi yang tercepat kalau setengah jalan sudah berhenti? Oleh karena itu, penulis buku atau novel bisa dibilang sebagai penulis tangguh yang memerlukan latihan setiap hari agar bisa meraih prestasi kala berlomba dengan peserta maraton yang lain.

Continue reading

Panduan Praktis Menulis Novel untuk Remaja

Hai teman-teman, kamu pastinya suka membaca novel. Apalagi novel yang ceritanya dekat dengan keseharianmu. Membaca novel memang sangat mengasyikkan. Bahkan banya orang yang rela menyisihkan uang jajannya demi membeli novel-novel terbaru.

Jika kamu termasuk orang yang suka membaca novel, maka kamu akan punya banyak pengetahuan tentang novel yang bagus. Tahukah kamu, hobi membaca novel juga bisa membawamu menjadi seorang penulis novel terkenal? Ya, kamu! Kamu bisa menulis sendiri novelmu, menerbitkannya dan mendapatkan hasil dari apa yang kamu tulis.

Menulis Novel

Menulis Novel

Suatu kebanggaan tersendiri jika kamu bisa mengabadikan buah pikiranmu ke dalam sebuah novel. Cerita yang awalnya hanya ada di dalam kepalamu, nantinya bisa dinikmati banyak orang yang membaca novelmu. Kamu jadi bisa berbagi apa yang tersimpan dalam alam pikiranmu secara bebas, karena pada umumnya cerita dalam sebuah novel itu panjang dan rumit. Kamu bisa mengekspresikan lebih banyak hal di dalamnya. Berbeda ketika kamu hanya menuangkannya dalam bentuk status, puisi, cerpen dan tulisan singkat lainnya (misalnya saja menulis di blog).

Tapi, aku kan masih muda? Siapa yang akan membaca karyaku?

Hey, usia muda tidak menghalangi seseorang untuk mengeluarkan karya terbaik mereka. Buktinya, banyak juga anak muda yang berhasil menulis buku best seller yang diterima masyaraka luas. Hal ini membuktikan bahwa justru saat usia muda atau remaja kamu bisa lebih maksimal dalam berkarya. Banyak juga teman-teman kita yang sukses memiliki beberapa buku atau novel yang diterbitkan secara indie, buku keroyokan (kompilasi tulisan) dan menjadi blogger profesional. So, tidak ada alasan bagi kamu untuk menunda menulis novel dan jadikan menulis sebagai ladangmu untuk meraih prestasi di usia muda.

Kali ini saya akan memberikan semacam panduan singkat bagaimana menulis novel bagi para remaja atau penulis pemula. Hilangkan dulu berbagai kecemasan tentang novelmu yang buruk, karena segala sesuatu akan lebih ringan jika kita berpikir positif. Yuk simak selengkapnya dalam artikel berikut ini. Continue reading

5 Hal yang Tidak Semua Penulis Novel Sadari Ketika Ingin Menerbitkan Novel

5 Hal yang Tidak Semua Penulis Novel Sadari Ketika Ingin Menerbitkan Novel -Ketika seseorang memutuskan untuk menerbitkan naskah novelnya pada sebuah penerbit, maka sebenarnya ia sedang menyiapkan ‘anak’ yang sudah ia lahirkan untuk tampil di jagat persaingan buku. Tidak semua penulis menyadari bahwa menerbitkan naskah novel menjadi buku adalah sebuah proses panjang yang harus ditekuni hingga berhasil.

Kebanyakan mengira bahwa setelah selesai menulis pekerjaannya sudah selesai. Padahal, ia masih harus mengurus naskahnya hingga benar-benar terbit dan bisa dibaca oleh banyak orang. Akhibatnya, mereka kurang sabar dalam proses penerbitan. Namun, bagi yang sudah menyadari mereka akan menganggap bahwa justru proses inilah yang paling mengasyikkan.

unnamed-4

Sabar untuk melihat novelmu dipajang ditoko buku

Saat menerbitkan naskah, kita akan mengalami sebuah pengalaman baru yang sangat menakjubkan. Karena kita akan belajar bagaimana melewati proses dengan baik, tidak melompat-lompat, tidak instan dan penuh dengan perjuangan serta kesabaran. Setidaknya ada 5 hal yang jarang penulis pahami saat menerbitkan sebuah naskah novel. Penulis novel yang baik tentunya harus berusaha agar karyanya bisa diterbitkan dan dibaca oleh banyak orang. Tidak hanya sekedar menjadi naskah yang tersimpan di laptop yang akan hanya jadi konsumsi pribadi.

Nah, kali ini saya akan merangkumkan 5 hal yang tidak semua penulis novel sadari saat ingin menerbitkan novelnya. Saya tidak tahu ini bermanfaat atau tidak, namun saya harap kamu bisa mengambil manfaat dari apa yang telah saya tuliskan di sini. Selamat membaca! Continue reading

Menulis Cepat: Solusi Buat Penulis Novel yang Moody

IMG_20150521_224819

Menulis Cepat, salah satu bab dari buku Creative Writing oleh A.S. Laksana (Gagasmedia)

Bismillah.

Setelah tulisan pertama saya terbit di blog ini, ada saja yang protes tentang judul artikel yang terkesan bombastis tersebut.

Kok bisa?

Mana mungkin?

Copas sana sini, jadilah novel.

Dan semacamnya. Saya tidak menyalahkan komentar yang masuk, namun di sini perlu saya garisbawahi bahwa menulis novel secara cepat adalah hal yang mungkin saja dilakukan oleh seorang penulis. Bahkan, menulis cepat bisa jadi solusi bagi penulis novel yang moody.

Penulis novel rawan sekali mengalami kebosanan, kebuntuan dan kehilangan daya untuk meneruskan novelnya. Hal ini terjadi karena kemauan menulis dipengaruhi oleh faktor mood. Jika sedang tidak mood, maka tidak ada tulisan yang muncul. Duh, kalau begitu, kita tidak akan pernah mengalami kemajuan menulis. Karena, mood baik untuk menulis jarang hadir apalagi bagi penulis yang memiliki segudang aktivitas selain menulis. Read More

Cara Cepat Menulis Novel dalam 11 Hari

Novel My Beautiful Blackpearl

My Beautiful Blackpearl: Contoh Novel yang Saya Tulis dalam Waktu 10 Hari

Bismillah.

Membaca judul di atas, mungkin timbul di benak teman-teman yang memiliki minat dalam menulis novel dan ingin segera memiliki novel sendiri. Mungkinkah menulis novel secara instan dalam waktu yang relatif singkat yaitu 11 hari saja? Jika Anda bertanya pada saya, jawaban saya adalah: Sangat mungkin!

Menulis novel, jangan dibayangkan sebagai aktivitas yang serius dan berat. Menulis novel kita ibaratkan lari marathon (jika menulis cerpen adalah sprint). Ketika kita akan melakukan lari marathon, tentunya kita punya tujuan yaitu sampai di garis finish. Nah, menulis novel juga adal finishnya yakni saat kita memiliki naskah utuh yang siap ditawarkan ke penerbit. Untuk mencapai garis finish tersebut, yang harus kita lakukan adalah menulis, menulis, dan menulis. Tidak ada yang lain!

Yang jadi masalah adalah pola pikir kita terhadap aktivitas menulis novel itu sendiri. Kita seringkali merasakan pada awal penulisan kita sangat bersemangat. Namun, seiring waktu kejenuhan pun melanda, ide mentok, dan pada akhirnya naskah kita tidak pernah selesai. Naskah yang tidak jadi tersebut terbengkalai di folder-folder laptop. Kita sebagai penulisnya pun tidak berselera untuk membukanya lagi. Miris sekali, bukan?

Hal itu tidak akan terjadi ketika kita memiliki niat kuat, persiapan yang matang, dan konsistensi. Menulis novel dalam 11 hari merupakan solusi agar kita bisa berfokus pada satu pekerjaan dalam waktu relatif singkat dan tuntas. Saat kita menentukan tenggat waktu, kita akan berusaha memenuhinya sekuat tenaga. Jika tidak ada tenggat waktu, maka menulis novel hingga diterbitkan menjadi buku adalah impian semu belaka.

Lalu, bagaimana tahapannya agar kita bisa menulis novel dalam waktu 11 hari? Penasaran? Ikuti terus artikel ini sampai selesai ya, teman-teman. Di sini saya akan membongkar rahasia supaya kita bisa menulis novel dan memiliki naskah novel dalam waktu singkat namun tetap enjoy menjalani aktivitas sehari-hari. Check this out! Read More